PERAWAT ACEH DI SUMPAH

27 Februari 2020 : 09.00 WIB

Banda Aceh. Sebanyak 67 perawat vokasi dan profesi dari berbagai lulusan institusi pendidikan perawat dan perawat bekerja di beberapa pelayanan kesehatan terkemuka di provinsi Aceh mengucapkan sumpah mereka sebagai perawat.

Acara penyumpahan ini diselenggarakan di gedung PPNI provinsi Aceh yang disaksikan oleh ketua DPD PPNI kota Banda Aceh, Faisal, AMK beserta jajaran pengurus DPD PPNI Kota Banda Aceh.

Turut hadir dalam acara khitmat ini, Pimpinan Stikes Harapan Bangsa, Abulyatama Aceh dan  ketua jurusan keperawatan Poltekkes Kemenkes Aceh.

Lulusan Perawat dan perawat yang sudah bekerja tersebut berasal dari Stikes Yayasan harapan bangsa Darussalam Aceh Besar sebanyak 58 perawat, 2 perawat lulusan PSIK FK Yayasan Abulyatama  Aceh Besar, 2 perawat dari Prodi D-III keperawatan Meulaboh, 1 perawat dari Akper Tjoet Nyak Dhien Banda aceh, 3 perawat dari Prodi D-III keperawatan Poltekkes Aceh, 1 perawat dari Prodi D-III keperawatan poltekkes Kota Langsa dan 1 perawat lulusan Akper Wijaya Kusuma, Jakarta.

Acara yang dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia raya dan mars PPNI ini di fasilitasi oleh masing masing institusi pendidikan.

Pembacaan teks sumpah perawat dipimpin dewan pemberi sumpah profesi yang diketuai oleh Sekjen DPW PPNI provinsi Aceh, Bapak Zakir Walad, AMK. Dalam kesempatan ini beliau menyampaikan pesan tentang pentingnya legalitas agar perawat terhindar  dari masalah ketidakpatuhan terhadap peraturan yang dibuat pemerintah. Kasus-kasus hukum yang menimpa saudara-saudara kita di berbagai daerah Aceh akibat perawat tersebut tidak memiliki registrasi atau STR. Padahal PPNI terus berupaya memberikan kemudahan-kemudahan pengurusan STR sepanjang perawat mengikuti prosedur-prosedur pembuatannya dengan baik, ungkapnya.

Menurut sekretaris DPD PPNI Kota Banda Aceh, mereka-mereka ini, mengikuti sumpah perawat ini kebanyakan untuk memperpanjang STR yang akan habis masa berlakunya. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan dan penyerahan teks sumpah perawat secara simbolis. Disamping itu perawat-perawat tersebut juga dibekali dengan penyematan pin PPNI dan buku etik keperawatan sebagai modal legalitas dalam bekerja.

Share